Justin Rose meninggalkan hole ke-10 di Augusta National dalam kondisi tertinggal enam pukulan dari Rory McIlroy. Saat itu, ia akan memasuki kawasan Amen Corner yang dikenal penuh tantangan.
Rose mencetak tiga birdie berturut-turut, sementara McIlroy tergelincir. Rose terus menekan dengan birdie tambahan, hingga akhirnya menyamai skor McIlroy.
“Di tengah ronde, segalanya terasa klik,” kata Rose. “Saya masuk ke zona permainan. Semua terasa selaras—pikiran, teknik, dan keyakinan.”
Rose sempat tergelincir dengan bogey di hole 17, namun berhasil menutup putaran, mencatatkan skor luar biasa dan memimpin klasemen sementara. “Itu jenis pukulan yang selalu saya impikan,” ucapnya.
Saat bersiap untuk kemungkinan playoff, Rose mendengar sorakan saat McIlroy mencetak birdie, lalu suara kecewa ketika McIlroy gagal, pukulan yang bisa saja memberinya kemenangan.
Playoff sudden-death pun digelar. Keduanya memukul ke fairway, lalu Rose menempatkan bola 15 kaki, sementara McIlroy hanya berjarak 4 kaki. Putt birdie Rose melebar, dan McIlroy menyelesaikan pukulan kemenangannya.
“Playoff-nya singkat,” ujar Rose. “Kesempatan sangat terbatas. Tapi saya sudah memberikan segalanya.”
Ini kekalahan kedua Justin Rose dalam Augusta National. Ia juga finis sebagai runner-up pada 2015 dan berada dua pukulan di belakang Xander Schauffele di The Open tahun lalu.
“Dalam karier, tidak mungkin terhindar dari kekecewaan,” refleksi Rose. “Kalau ingin menang, harus siap dengan rasa sakit. Suatu saat akan terbayar.”
Di green hole 18, Rose memberi ucapan selamat kepada McIlroy.
“Aku bilang aku senang bisa menyaksikan dia meraih Grand Slam,” katanya. “Itu momen besar dalam dunia golf.”
Meski kalah, pekan ini tetap jadi kenangan bagi Rose. Ia kini telah lima kali finis di posisi kedua dalam 81 turnamen major sepanjang kariernya.
“Ini mungkin belum putaran terbaikku,” ucapnya. “Tapi mungkin, hal itu masih bisa datang.”
McIlroy pun memberikan pujian, “Dia adalah juara sejati dan teman yang luar biasa. Aku harap dia masih punya kesempatan lain.”
Source : Liga Olahraga
Penulis : Adwina Alya Ramadhan

