Scottie Scheffler Gagal Pertahankan Gelar di Augusta

Scottie Scheffler datang ke Augusta National dengan harapan bisa memenangkan gelar Masters ketiganya. Namun, meski bermain konsisten , pegolf peringkat satu dunia itu harus puas finis di posisi keempat.

Scheffler mencetak skor 3-under 69. Ia menunjukkan kebangkitan di akhir permainan dan sempat merangsek ke papan atas.

Turnamen sempat terlihat terbuka lebar ketika Rory McIlroy melakukan kesalahan besar dengan double bogey di hole 13 dan bogey di hole 14. Momen itu membuat Scheffler hanya terpaut dua pukulan saat memasuki tee hole 16.

“Aku tahu harus mencetak birdie di tiga hole terakhir,” kata Scheffler. “Gagal membuat birdie di hole 15 cukup mengecewakan. Sebenarnya bogey di hole 12 lebih dulu merusak momentumku. Tapi aku sempat bangkit. Aku benar-benar berjuang keras hari ini.”

Meski mendapat tekanan besar, Scheffler tetap tenang dan berhasil mencetak par di empat hole terakhir. Namun, ia tak cukup mengancam posisi McIlroy.

Penampilannya ini menambah catatan, menjadi finis lima besar ketiganya di Masters, meski ia tak tampil dalam kondisi terbaik.

“Aku merasa permainanku tidak maksimal,” ungkapnya. “Tapi aku bangga. Kalau beberapa hal berjalan berbeda, mungkin aku punya peluang.”

Bagi Scheffler, aspek mental menjadi kunci penampilannya.

“Secara mental, ini mungkin yang terbaik,” ucapnya. “Ada banyak momen di mana aku frustrasi karena ayunan yang tidak sesuai, tapi aku tetap fokus.”

Ia juga mengungkapkan bagaimana tekanan dalam perebutan gelar Masters memengaruhi konsentrasinya, apalagi melihat update papan skor — pengalaman yang terasa berbeda dibanding saat ia menang pada 2022 dan 2024.

Meski belum mencetak kemenangan di PGA Tour tahun ini, Scheffler tetap melihat sisi positif. “Ini jadi fondasi untuk membangun ke depan,” katanya. “Secara keseluruhan, minggu ini cukup baik.”

Meskipun gagal menambah koleksi jaket hijaunya, Scottie Scheffler pulang dari Augusta dengan rasa percaya diri yang meningkat—dan menyaksikan secara langsung kemenangan bersejarah McIlroy, sebuah momen yang diakuinya layak untuk dihargai.

Soure : Liga Olahraga
Penulis : Adwina Alya Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *