Madelene Sagstrom Juara LPGA 2025 di Shadow Creek

Madelene Sagstrom akhirnya mencetak kemenangan manis pertamanya di LPGA Tour 2025 setelah lebih dari lima tahun penantian. Di final T-Mobile Match Play yang digelar hari Minggu (5/4) di Shadow Creek, Las Vegas Utara, pegolf asal Swedia itu menahan tekanan luar biasa dari Lauren Coughlin dan menang tipis 1-up.

Sagstrom, yang kini berusia 32 tahun dan duduk di peringkat 67 dunia, tampil kuat sejak awal. Dia sempat unggul empat hole setelah enam hole pertama, berkat tiga birdie berturut-turut yang dimulai dari hole ke-4. Tapi permainan berubah drastis ketika permainannya mulai goyah dan layout Shadow Creek mulai menunjukkan “taringnya.”

Dalam enam hole berikutnya, Sagstrom mencatat tiga bogey dan dua double bogey. Coughlin pun memanfaatkan momen itu, mencetak dua birdie dan membalikkan keadaan jadi unggul 1-up di hole ke-12.

Momentum berbalik di hole 13 par-3, ketika Coughlin melakukan bogey dan membuat skor kembali imbang. Keduanya bermain imbang di dua hole berikutnya sebelum momen penting datang di hole ke-16 yang bertipe par-5.

Kedua pemain sempat kesulitan saat bola mereka masuk rawa, tapi dua bogey dari Coughlin membuka celah buat Sagstrom yang berhasil mengamankan par dan merebut kembali keunggulan. Ia lalu menjaga keunggulan itu sampai hole ke-18.

“Saya capek banget,” kata Sagstrom setelah pertandingan. “Di tengah ronde, ayunan saya mulai nggak konsisten. Tapi saya bilang ke diri sendiri, ‘Saya bisa kok,’ dan saya berusaha ngelawan rasa capek itu.”

Kemenangan ini adalah gelar LPGA 2025 kedua untuk Sagstrom, setelah terakhir kali juara di Gainbridge LPGA 2020. Jalannya menuju final juga nggak gampang—ia menang dramatis di 16 besar dan perempat final yang tertunda karena cuaca, sebelum menundukkan Angel Yin (peringkat 12 dunia) di semifinal dengan skor 4 & 2.

Sementara itu, Lauren Coughlin yang juga berusia 32 tahun, sedang berburu gelar ketiganya dan yang pertama sejak Scottish Open 2024. Pegolf peringkat 17 dunia ini tampil luar biasa sepanjang pekan, memainkan total 127 hole dan menunjukkan daya juang tinggi.

Coughlin sempat tertinggal di dua pertandingan sebelumnya tapi selalu berhasil membalikkan keadaan, termasuk saat mengalahkan Ariya Jutanugarn di semifinal.

Turnamen kali ini menyaksikan banyak pemain unggulan tumbang lebih awal, dan final kali ini jadi yang pertama dalam sejarah lima tahun turnamen ini yang benar-benar berlangsung sampai green terakhir.

Bagi Sagstrom, kemenangan ini adalah perpaduan dari start yang solid, perjuangan di tengah ronde, dan mental baja di akhir laga.

“Rasanya luar biasa,” ujarnya. “Semoga sih saya nggak harus nunggu lima tahun lagi buat menang lagi.”

Source : Liga Olahraga
Penulis : Adwina Alya Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *