Menjaga kebugaran selama bulan Ramadhan memerlukan strategi pemilihan waktu yang cermat agar tubuh tetap sehat tanpa mengganggu kelancaran ibadah. Aktivitas fisik tetap bisa dilakukan dengan menyesuaikan ritme tubuh, seperti memilih waktu setelah sahur saat energi masih penuh, atau menjelang berbuka agar cairan yang hilang bisa segera tergantikan. Jika Birdie ingin melakukan olahraga dengan intensitas yang lebih berat seperti lari atau berenang, waktu terbaik adalah setelah berbuka puasa ketika tubuh telah mendapatkan kembali asupan nutrisi dan hidrasi yang cukup, namun pastikan untuk memberi jeda sekitar satu hingga dua jam setelah makan besar.
Selain faktor waktu, pemilihan jenis olahraga yang tepat menjadi kunci agar stamina tidak terkuras habis selama berpuasa. Olahraga ringan seperti jalan kaki, joging santai, atau bersepeda dengan kecepatan rendah sangat disarankan karena mampu menjaga sirkulasi darah dan kesehatan jantung tanpa memicu dehidrasi berlebihan. Bagi yang ingin fokus pada kelenturan dan kekuatan inti tubuh, aktivitas seperti yoga, pilates, atau sekadar peregangan (stretching) sederhana dan senam low-impact bisa menjadi pilihan ideal untuk menjaga otot tetap aktif namun tetap ramah bagi sistem metabolisme tubuh yang sedang berpuasa.
Untuk memastikan aktivitas fisik memberikan manfaat maksimal, penerapan tips keselamatan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Selalu awali sesi dengan pemanasan dan akhiri dengan pendinginan, serta pastikan asupan cairan terpenuhi dengan baik saat sahur dan berbuka. Yang paling utama adalah kemampuan untuk mendengarkan sinyal tubuh sendiri; jika muncul gejala seperti pusing, lemas yang ekstrem, atau detak jantung yang terlalu kencang, segera hentikan aktivitas untuk menghindari risiko gangguan kesehatan yang lebih serius.
source: www.alodokter.com
by: ilyas junsar

