Menjaga kondisi tubuh agar tetap prima selama bulan Ramadan memerlukan pengaturan gaya hidup yang disiplin, terutama dalam memilih asupan saat sahur dan berbuka. Alih-alih menuruti nafsu makan dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, atau garam yang justru memicu rasa lapar dan haus lebih cepat, Anda disarankan untuk fokus pada makanan bergizi seimbang. Pilihlah karbohidrat kompleks dari biji-bijian utuh, perbanyak konsumsi sayur dan buah segar, serta prioritaskan pengolahan makanan dengan cara dikukus atau dipanggang. Selain itu, mengawali berbuka secara perlahan dengan porsi kecil sangat penting untuk menjaga metabolisme tubuh tetap stabil dan menghindari rasa kantuk yang berlebihan akibat makan berlebihan.
Manajemen cairan dan aktivitas fisik juga menjadi kunci utama agar tubuh tidak mengalami dehidrasi atau lemas saat menjalankan ibadah. Anda dapat menerapkan pola hidrasi 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas saat malam, dan dua gelas saat sahur) untuk memastikan kebutuhan air harian terpenuhi secara optimal. Meskipun sedang berpuasa, tubuh harus tetap aktif bergerak dengan berolahraga ringan pada waktu yang tepat, seperti 60 menit sebelum berbuka atau setelah salat tarawih. Rutinitas olahraga ini tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga membantu tubuh tetap berenergi sepanjang hari tanpa mengganggu jalannya ibadah puasa.
Selain faktor nutrisi, kualitas istirahat dan pola tidur memegang peranan vital dalam menjaga siklus sirkadian tubuh yang cenderung berubah selama Ramadan. Sangat penting bagi Anda untuk tidak melewatkan waktu sahur, karena sahur berfungsi sebagai cadangan energi dan nutrisi penting untuk mencegah masalah pencernaan serta bau mulut. Jika merasa lelah di tengah aktivitas, luangkan waktu sejenak untuk beristirahat guna memulihkan tenaga. Dengan mengatur jadwal tidur yang konsisten dan mendengarkan kebutuhan tubuh, Anda dapat menjalani puasa dengan penuh semangat, menjaga berat badan ideal, dan menghindari berbagai masalah kesehatan yang mungkin muncul
source: www.halodoc.com
by: ilyas junsar

