Setelah jeda panjang libur Lebaran, keinginan untuk langsung tancap gas di lapangan golf seringkali tidak sejalan dengan kondisi fisik yang belum beradaptasi. Meningkatkan intensitas permainan secara mendadak tanpa persiapan matang berisiko memicu nyeri pada punggung bawah, pinggul, lutut, hingga pergelangan tangan. dr. Jafri Hasan dari Mayapada Hospital Kuningan mengingatkan bahwa gerakan rotasi dan tumpuan kaki yang berulang bisa menjadi bumerang jika otot belum dalam kondisi prima. Kunci utamanya adalah mengenali batas kemampuan fisik sendiri agar semangat kembali berolahraga tidak berujung pada cedera.
Untuk menjaga tubuh tetap fleksibel, sangat disarankan melakukan peregangan ringan setiap 2 hingga 3 jam, baik sebelum maupun saat sedang bermain di green. Gerakan sederhana seperti meluruskan kaki, memutar pergelangan tangan dan kaki, serta melakukan putaran bahu terbukti ampuh mengurangi kekakuan otot. Selain itu, dr. Zeth Boroh menekankan pentingnya mengambil waktu istirahat singkat di tengah sesi permainan. Kombinasi antara jeda istirahat dan postur ayunan yang stabil akan mencegah tekanan berlebih pada persendian lutut dan pinggul Anda.
Kualitas swing yang benar juga menjadi faktor penentu keselamatan sendi. Pastikan posisi tubuh tetap stabil dengan kemiringan ringan ke depan, lutut dalam posisi rileks, dan rotasi tubuh yang terkendali untuk meminimalkan beban pada persendian. Hindari memaksakan gerakan agar energi dapat mengalir secara efisien dari kaki ke tangan. Jika diperlukan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan pelatih atau fisioterapis guna menyempurnakan teknik ini demi mencapai performa yang optimal dan berkelanjutan.
source: radartuban.jawapos.com
by: ilyas junsar

