Menjalankan ibadah puasa bukan menjadi penghalang bagi para pegolf untuk tetap produktif di lapangan, asalkan dilakukan dengan manajemen waktu yang cerdas. Pemilihan jadwal bermain sangat krusial untuk menjaga stamina; opsi pagi hari setelah sahur saat udara masih segar atau sore hari menjelang berbuka menjadi pilihan ideal agar energi tidak terkuras drastis. Jika memungkinkan, bermain di malam hari (night golf) juga sangat disarankan karena kondisi tubuh telah terhidrasi dan mendapat asupan nutrisi yang cukup, sehingga performa 18 hole tetap bisa maksimal tanpa risiko dehidrasi.
Selain pengaturan jadwal, efisiensi gerakan fisik dan strategi bermain yang hemat energi menjadi kunci utama agar tetap bugar. Pegolf disarankan untuk lebih fokus pada kemahiran short game seperti putting dan chipping guna menghindari ayunan tenaga penuh yang melelahkan, serta memanfaatkan fasilitas golf cart untuk mobilitas di lapangan. Penggunaan perlengkapan yang tepat, seperti pakaian berbahan breathable yang sejuk serta tas golf yang ringan namun fungsional, juga sangat membantu mengurangi beban fisik selama berpindah dari satu hole ke hole berikutnya di bawah paparan sinar matahari.
Aspek nutrisi dan kesiapan mental turut memegang peranan penting dalam menjaga konsentrasi selama Ramadan. Konsumsi karbohidrat kompleks dan protein saat sahur sangat diperlukan untuk cadangan energi jangka panjang, sementara saat berbuka, pemulihan instan melalui kurma dan air putih harus diprioritaskan. Secara mental, penting bagi pemain untuk menetapkan target yang lebih realistis dan tetap tenang dalam setiap pukulan. Dengan mengombinasikan pola makan yang benar, istirahat cukup, dan teknik relaksasi di lapangan, bermain golf saat puasa akan menjadi aktivitas yang tetap menyenangkan sekaligus kompetitif.
source : golfellasindonesia.com
by : ilyas junsar

