Menjalankan ibadah puasa bukanlah penghalang untuk tetap aktif secara fisik, karena para ahli kesehatan dari WHO hingga Kemenkes RI menegaskan bahwa olahraga ringan hingga sedang sangat krusial untuk menjaga metabolisme, kesehatan jantung, serta massa otot. Aktivitas fisik yang teratur selama Ramadan terbukti efektif dalam mengelola stres dan meningkatkan kualitas tidur, asalkan intensitasnya disesuaikan agar tubuh dapat beradaptasi dengan perubahan pola makan dan energi. Pedoman kesehatan global menyarankan durasi minimal 150 menit per minggu untuk memastikan kebugaran tetap terjaga tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah.
Strategi utama dalam berolahraga saat puasa terletak pada pemilihan waktu yang tepat, seperti sesaat sebelum berbuka atau setelah tubuh mendapatkan asupan energi pasca-maghrib, guna menghindari risiko dehidrasi yang membahayakan. Selain pengaturan waktu, keseimbangan nutrisi melalui konsumsi karbohidrat kompleks dan protein serta pemenuhan hidrasi yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur menjadi faktor penentu keamanan aktivitas fisik bagi laki-laki maupun perempuan. Dengan memprioritaskan olahraga intensitas rendah dan mendengarkan kondisi tubuh, kebugaran prima tetap dapat diraih sepanjang bulan suci secara aman dan optimal.
Source: seputarfakta.com
By: Shabrina K.

