Meskipun pola aktivitas berubah selama Ramadan, menjaga kebugaran tubuh melalui olahraga ringan tetap krusial untuk mendukung metabolisme dan daya tahan tubuh tanpa memicu kelelahan berlebih. Pilihan aktivitas seperti jalan santai, jogging ringan, bersepeda, yoga, hingga latihan beban dengan intensitas rendah sangat disarankan karena fokus pada pemeliharaan massa otot dan kesehatan jantung. Olahraga ini sebaiknya dilakukan dalam durasi singkat, sekitar 15 hingga 30 menit, dengan menyesuaikan kemampuan fisik agar ibadah puasa tetap berjalan lancar tanpa hambatan kesehatan yang berarti.
Untuk mendapatkan hasil maksimal dan tetap aman, pemilihan waktu berolahraga menjadi kunci, yakni sekitar 30 menit menjelang berbuka atau setelah tubuh mendapatkan asupan energi pasca-berbuka. Selain menjaga durasi dan intensitas, aspek hidrasi yang cukup saat sahur dan berbuka serta konsumsi nutrisi seimbang sangat penting untuk mengganti cairan serta energi yang hilang. Dengan mendengarkan sinyal tubuh dan menghindari aktivitas berat di cuaca panas, seseorang dapat tetap aktif bergerak dan menjaga kualitas tidur serta kebugaran jasmani sepanjang bulan suci.
Source: www.goodnewsfromindonesia.id
By: Shabrina K.

