Mengenal Risiko Kesehatan Olahraga Berat Langsung Setelah Puasa

Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO, memperingatkan adanya risiko kesehatan serius jika seseorang memaksakan intensitas olahraga secara mendadak setelah masa puasa. Lonjakan beban latihan yang tidak bertahap dapat memicu cedera muskuloskeletal, seperti otot tertarik (strain) atau radang tendon, serta nyeri otot ekstrem atau DOMS yang mengganggu aktivitas harian. Dalam kondisi yang lebih parah, kelelahan berlebih tanpa hidrasi cukup bisa menyebabkan rhabdomyolysis—kerusakan otot ekstrem yang berisiko merusak ginjal—serta sindrom overtraining yang berdampak pada penurunan imunitas tubuh dan gangguan pola tidur.

Guna mencegah risiko tersebut, dr. Andi menyarankan masyarakat untuk meningkatkan durasi dan beban latihan secara perlahan agar jaringan tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi kembali. Pemulihan ini harus didukung dengan asupan gizi seimbang, terutama karbohidrat kompleks untuk mengisi ulang energi otot dan protein berkualitas dengan takaran 1,6 hingga 2,2 gram per kilogram berat badan setiap harinya. Agar sintesis protein otot berjalan optimal, sangat disarankan untuk mendistribusikan konsumsi protein sebanyak 20–40 gram secara berkala setiap 3 hingga 4 jam, daripada mengonsumsinya dalam satu waktu sekaligus.

Source: kalteng.antaranews.com

By: Shabrina K.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *