Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara resmi memperluas jangkauan promosi sport tourism Indonesia dengan menyelenggarakan program familiarization trip (famtrip) yang menyasar pasar Republik Korea. Berfokus pada destinasi premium di Cikarang dan Bogor, Jawa Barat, kegiatan yang memuncak pada 12 Mei 2026 ini bertujuan untuk memamerkan keunggulan infrastruktur golf nasional secara langsung kepada para pembuat keputusan di industri pariwisata Korea.
Bekerja sama dengan Event World Tour, salah satu operator golf terkemuka dari Korea Selatan, Kemenpar memfasilitasi 12 perwakilan dari agen perjalanan dan operator tur (Travel Agent/Tour Operator) papan atas, termasuk nama-nama besar seperti Mode Tour dan Evergreen Tour. Para delegasi ini tidak hanya meninjau lapangan, tetapi juga merasakan ekosistem pendukung pariwisata secara utuh, mulai dari akomodasi mewah hingga keramahan pelayanan lokal yang menjadi ciri khas Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah taktis untuk memastikan produk wisata golf Indonesia masuk ke dalam katalog perjalanan di Korea dengan harga yang kompetitif.
“Kami ingin para peserta membangun paket wisata yang presisi dan sesuai dengan preferensi wisatawan Korea. Dengan fasilitas berstandar internasional dan kekayaan alam kita, Indonesia sangat siap menjadi pilihan utama pegolf dunia,” ungkap Made.
Sentimen positif senada disampaikan oleh Yeum Seung Chan, perwakilan dari Event World Tour. Setelah mencoba langsung lapangan di wilayah Jawa Barat, ia mengakui bahwa kualitas rumput, desain lapangan, dan fasilitas yang tersedia sejajar dengan destinasi golf global lainnya. Faktor pemandangan alam yang asri serta interaksi hangat dengan masyarakat setempat menjadi nilai tambah yang diyakini akan sangat memikat hati para pegolf asal Korea Selatan. Melalui kegiatan ini, pemerintah optimis dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) secara signifikan. Fokus pada wisata golf bukan tanpa alasan; segmen ini dikenal memiliki pengeluaran rata-rata yang tinggi dan durasi tinggal yang lebih lama, sehingga diharapkan mampu memberikan stimulan ekonomi yang kuat bagi daerah Bogor, Cikarang, dan sekitarnya. Langkah ini sekaligus mengukuhkan positioning Indonesia sebagai pemimpin destinasi golf di kawasan Asia.
Source: kemenpar.go.id
By: Najwa P.

