Ancaman Saraf Kejepit di Balik Kebiasaan Olahraga Akhir Pekan

Meskipun atlet elit seperti Viktor Axelsen memiliki massa otot yang sangat kuat dan terlatih, mereka tetap berisiko pensiun dini akibat masalah tulang belakang. Hal ini disebabkan oleh training load yang ekstrem dan benturan mikro (micro-trauma) yang terjadi terus-menerus selama bertahun-tahun, sehingga bantalan tulang belakang mengalami keausan lebih cepat.

Namun, risiko bagi para weekend warrior justru bisa lebih fatal. Kelompok ini cenderung memaksakan aktivitas fisik berat hanya pada hari Sabtu atau Minggu sebagai bentuk “balas dendam” atas gaya hidup sedenter (kurang gerak) selama hari kerja. Kondisi otot yang kaku dan tidak terlatih inilah yang membuat tulang belakang kehilangan penyangga utamanya saat menerima beban tiba-tiba, sehingga memicu saraf kejepit.

Menurut penjelasan dr. Faisal M, SpBS, stabilitas tulang belakang sangat bergantung pada kekuatan otot di sekitarnya. Setiap individu memiliki ambang batas kapasitas tubuh yang berbeda. Cedera tulang belakang jarang terjadi secara instan; biasanya merupakan akumulasi dari pengabaian sinyal tubuh. Memaksakan intensitas yang melampaui batas kemampuan hanya akan mempercepat proses degenerasi saraf. Gangguan pada sistem persarafan, khususnya yang berkaitan dengan tulang belakang, umumnya tidak muncul secara tiba-tiba seperti cedera akut. Masalah ini cenderung berkembang secara perlahan dan bersifat akumulatif, sering kali berawal dari keluhan ringan yang jika diabaikan akan bertambah parah. Oleh karena itu, mendengarkan sinyal tubuh dan melakukan latihan secara progresif jauh lebih penting daripada mengejar target prestasi sesaat di akhir pekan.

Source: health.detik.com

By: Najwa P.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *