Memulai kembali rutinitas golf di awal tahun merupakan cara menyenangkan untuk mengaktifkan tubuh, namun memerlukan kesiapan fisik yang matang guna menghindari risiko nyeri otot dan sendi. Menurut dr. Jafri Hasan dari Mayapada Hospital, tubuh memerlukan adaptasi terhadap gerakan rotasi dan koordinasi sendi yang intens setelah periode istirahat panjang. Meskipun golf terlihat santai dan termasuk olahraga low impact, tekanan berulang pada area punggung bawah, pinggul, serta lutut tetap berpotensi memicu cedera jika kondisi fisik tidak dalam keadaan prima.
Untuk meminimalisasi risiko tersebut, para pegolf disarankan melakukan peregangan rutin setiap beberapa jam guna menjaga kelenturan bahu dan kaki. Selain itu, dr. Zeth Boroh menekankan pentingnya menjaga postur swing yang stabil dengan posisi lutut rileks serta memahami batas kemampuan tubuh sendiri. Dengan kombinasi teknik yang benar, istirahat yang cukup, dan pemanasan berkala, kebugaran tubuh akan tetap terjaga sehingga performa di lapangan tetap optimal tanpa gangguan nyeri.
Source: biz.kompas.com
By: Shabrina K.

