Kunci utama dalam menjaga stamina dan menekan rasa lapar selama berpuasa terletak pada pemilihan asupan nutrisi yang tepat saat sahur dan berbuka. Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti biji-bijian, alpukat, dan sayuran sangat dianjurkan karena proses pencernaannya yang lambat mampu memberikan efek kenyang lebih lama sekaligus menstabilkan hormon pengatur nafsu makan. Selain serat, asupan protein dari sumber hewani maupun nabati, seperti telur, dada ayam, atau olahan kedelai, berperan penting dalam menekan hormon ghrelin yang memicu rasa lapar, sehingga tubuh tetap merasa bugar sepanjang hari.
Selain faktor makanan padat, pemenuhan kebutuhan cairan tubuh menjadi aspek krusial untuk mencegah dehidrasi yang sering kali disalahartikan oleh otak sebagai rasa lapar. Sangat disarankan untuk minum air putih secara bertahap, misalnya dengan pola delapan gelas dari waktu berbuka hingga sahur, guna menjaga volume perut tetap stabil tanpa menimbulkan keluhan kembung. Di sisi lain, penting untuk membatasi konsumsi karbohidrat berlebih yang memicu lonjakan gula darah sesaat, karena hal ini justru sering menyebabkan tubuh cepat lemas dan kehilangan energi di tengah hari saat kadar gula menurun drastis.
Keseimbangan gaya hidup juga memegang peranan besar dalam mengendalikan keinginan makan yang muncul selama berpuasa. Tidur yang cukup dan berkualitas sangat memengaruhi regulasi hormon leptin yang bertugas menekan nafsu makan, sementara kurang tidur justru akan memicu tubuh untuk terus-menerus menginginkan makanan. Terakhir, pengelolaan stres melalui metode relaksasi serta tambahan vitamin seperti vitamin C dan B12 dapat membantu menjaga daya tahan tubuh dan stabilitas emosi, sehingga ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih ringan tanpa gangguan rasa lapar yang berlebihan.
source: www.siloamhospitals.com
by: ilyas junsar

