Dalam sistem pertandingan Stroke Play, pencatatan skor dimulai dengan menyiapkan kartu skor sebagai dokumen utama untuk mencatat setiap progres di lapangan. Pemain wajib menghitung setiap usaha memukul bola sebagai satu pukulan atau stroke, termasuk memperhatikan tambahan poin dari penalti jika terjadi pelanggaran aturan. Pada akhir permainan, seluruh poin tersebut dijumlahkan dan disesuaikan dengan nilai handicap pemain untuk menentukan hasil akhir yang akurat.
Sementara itu, jika Anda bermain dengan sistem Match Play, fokus pencatatan skor bergeser dari akumulasi pukulan menjadi perbandingan kemenangan antar lubang. Skor dicatat dengan istilah “holes up” untuk pemain yang unggul atau “holes down” bagi yang tertinggal pada tiap-tiap lubang. Dalam format ini, pemain memiliki fleksibilitas untuk merelakan satu lubang jika dirasa sudah tidak kompetitif, demi menjaga momentum permainan di lubang berikutnya.
Pemenang dalam Match Play ditentukan berdasarkan siapa yang paling banyak memenangkan lubang secara individu, bukan total pukulan keseluruhan. Pertandingan secara otomatis berakhir ketika salah satu pemain telah memenangi lebih banyak lubang dibandingkan jumlah lubang yang masih tersisa untuk dimainkan. Oleh karena itu, pemain disarankan untuk tidak terlalu terobsesi dengan jumlah pukulan detail, melainkan fokus pada strategi memenangi setiap tantangan per lubang.
source : id.wikihow.com
by : ilyas junsar

