Golf sering kali dipandang sebagai olahraga eksklusif yang identik dengan kalangan elit, pejabat, atau pengusaha papan atas. Namun, di balik stigma “olahraga mahal” tersebut, golf menyimpan segudang manfaat nyata, mulai dari menjaga kesehatan tulang melalui paparan sinar matahari, memberikan efek relaksasi bagi tubuh, hingga menjadi sarana strategis untuk menjalin silaturahmi dan networking bisnis. Bagi pemula yang ingin mulai menekuni olahraga ini, langkah awal yang tak kalah penting selain teknik memukul adalah memahami berbagai istilah khusus yang mayoritas menggunakan bahasa Inggris agar tidak canggung saat terjun ke lapangan.
Pengenalan terhadap elemen lapangan dan perangkat permainan menjadi fondasi utama pengetahuan seorang golfer. Pemula wajib mengenal area-area krusial seperti Tee box sebagai tempat memulai pukulan, Green yang merupakan area rumput halus di sekitar lubang (Hole), hingga berbagai rintangan atau Hazard seperti Bunker (cekungan pasir) dan Water hazard (air). Selain itu, pemahaman mengenai peralatan seperti jenis-jenis Club (stik golf), peran seorang Caddie yang membantu di lapangan, hingga istilah teknis seperti Handicap untuk mengukur kemampuan pemain dan Divot (serpihan tanah bekas pukulan) sangatlah esensial untuk kelancaran permainan.
Aspek paling dinamis dalam golf terletak pada sistem perhitungan skor dan variasi teknik pukulan yang digunakan. Pemain harus memahami standar pukulan atau Par, serta istilah pencapaian skor seperti Birdie (satu di bawah par), Eagle, Albatros, hingga prestasi tertinggi yaitu Ace atau Hole in One. Sebaliknya, kelebihan pukulan dikenal dengan istilah Bogey dan Double Bogey. Untuk mencapai skor terbaik, pemain perlu menguasai ragam teknik mulai dari Tee shot sebagai pembuka, Fairway shot untuk jarak jauh, Approach shot (seperti Chip dan Pitch) untuk mendekatkan bola, hingga Putting sebagai eksekusi akhir di atas green.
source : www.bola.com
by : ilyas junsar

