Sering kali golf dianggap sebagai hobi elit yang hanya bisa dinikmati kalangan atas atau didominasi kaum pria saja, padahal realitanya olahraga ini jauh lebih inklusif dan terbuka. Stigma bahwa golf semata-mata permainan untuk orang kaya sudah mulai pudar dengan banyaknya opsi bermain yang lebih terjangkau saat ini. Selain itu, anggapan bahwa wanita sulit untuk jago di lapangan hijau juga merupakan mitos belaka, karena kemampuan bermain golf tidak ditentukan oleh gender, melainkan dedikasi dalam berlatih.
Dari sisi fisik dan peralatan, banyak yang terkecoh mengira golf itu aktivitas santai yang tidak melelahkan, padahal menyelesaikan 18 hole menuntut stamina prima dan pembakaran kalori yang signifikan. Pemula juga sering terjebak salah kaprah soal alat; mereka merasa wajib langsung membeli set stik lengkap yang mahal, padahal itu belum mendesak di awal. Sebaliknya, ada juga yang justru meremehkan detail penting seperti kualitas bola golf, dengan menganggap bola murah dan mahal performanya sama saja, padahal spesifikasinya sangat mempengaruhi hasil pukulan.
Terakhir, kesalahan persepsi terbesar adalah memandang golf semata-mata sebagai ajang adu tenaga. Banyak yang mengira memukul bola sekuat-kuatnya adalah kunci kemenangan, padahal golf sejatinya adalah olahraga yang menuntut presisi tinggi dan teknik yang matang (skill), bukan sekadar power membabi buta. Memahami fakta-fakta ini sangat penting untuk meluruskan pandangan yang keliru sebelum kamu benar-benar terjun ke dunia golf.
source : golfellasindonesia.com
by : ilyas junsar

