Danny Masrin Angkat Trofi Match Play

Danny Masrin memulai kariernya sebagai atlet golf profesional sejak tahun 2015, kini ia telah mengukir berbagai prestasi dan masuk ke dalam jajaran pro golf player teratas di Indonesia. Bahkan, dia juga telah berhasil menempati urutan kedua sebagai golfer terbaik di Tanah Air ketika ia masih berusia 23 tahun.

Danny Masrin berhasil menjuarai “Credit Suisse Match Play Championship 2019 supported by JMC” setelah ia mengalahkan Adrian Halimi dengan skor telak 5&4 dalam turnamen match play yang berlangsung di Gunung Geulis Golf & Country Club pada Jumat (11/10).

Kemudian, Danny juga menembus final turnamen match play yang berhadiah total sebesar Rp 200 juta setelah menundukkan Elki Kow dengan skor 3&2 sehari sebelumnya. Sementara, Adrian yang bertemu dengan Kim Jung Han di semifinal akhirnya lolos ke babak final untuk yang pertama kalinya setelah menang dengan skor 4&2 pada Kamis kemarin.

Setelah itu, keduanya melanjutkan pertandingan semifinal dengan 10 hole yang tersisa. Setelah istirahat lebih dari 30 menit, Danny dan Adrian melanjutkan kembali dengan memulai pertarungan di babak final. Danny mengambil kendali di hole kedua setelah all square di hole pertama.

Selanjutnya, Danny melanjutkan dominasinya menjadi 2 up di hole ketiga, dan bertambah lagi di hole 9 menjadi 3 up. Adrian juga sempat menipiskan skor ke 1 up di hole 7. Tetapi, ia terpaksa mengakui keunggulan Danny di hole 8 dan 9.

Sementara itu, di sembilan hole kedua permainan Danny semakin dominan. Setelah mengambil poin di hole 10, Danny juga menambah keunggulannya di hole 13 menjadi 5 up. Adrian juga mengakui kekalahannya di hole 14.

“Sejak saya bisa mengatasi Syukrizal di 16 besar, lalu menang atas Clement (perempatfinal),  saya semakin percaya diri hingga masuk final. Berhadapan dengan Adrian, kita sudah tahu kelebihan masing-masing. Di sembilan hole pertama, Adrian bisa memberikan perlawanan. Ia bisa mengambil tiga poin di tiga hole (1, 3 dan 6). Sayang, gagal dimanfaatkan,” kata Danny seperti dikutip dari rilis yang diterima oleh Media.

“Masuk sembilan hole kedua, saya makin percaya diri. Karena saya bisa mengambil banyak poin ketika main dengan lawan dari 16 besar hingga semifinal. Ini pun terjadi lagi, ditambah lagi permainan Adrian tidak berkembang seperti sembilan hole pertama,” tambah Danny yang akhirnya membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp 42 juta.

Namun, meskipun kalah, Adrian mengaku cukup puas dengan penampilannya di Match Play dan masih sabar untuk menanti gelar profesional pertamanya.

“Di semifinal lawan Kim Jung Han saya main solid di back nine hole 10, 11, 12 langsung birdie. Putting juga bagus. Tapi, saat final puttingnya kurang bagus dan jadi nggak ada birdie saat main lawan Danny. Beberapa kali juga dapet unlucky bounce dan lie bola yg kurang bagus padahal di fairway. Dan kalau main lawan Danny harus banyak birdie untuk bisa compete karena dia pemain yg bisa make a lot of birdies in a round,” kata Adrian.

Kemudian, dibandingkan Danny, kondisi Adrian memang lebih melelahkan. Setelah melanjutkan 10 hole untuk partai semifinal tersisa, ia kemudian bermain lagi 18 hole untuk final. Tenaganya sudah habis terkuras sejak bermain dari putaran 16.

“Faktor kelelahan pasti ada karena pertandingan-pertandingan saya sejak awal putaran match play berlangsung lama sampai hampir 18 hole. Di semifinal hari ini saya bermain 8 hole karena Kim mengaku kalah pada hole 16,” kata Adrian. “Meski demikian, saya sudah cukup senang dengan pencapaian sampe final tapi masih ingin improve lagi karena masih menunggu untuk bisa dapet kemenangan professional pertama.” Jelasnya saat menambahkan.

Sumber : golfjoy.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Butuh bantuan Birdie Team?
Hello 😃
Selamat Datang di website http://birdie.id/2023/03/29/danny-masrin-angkat-trofi-match-play
Jika kamu membutuhkan penawaran corporate atau bantuan lainnya, Silahkan chat kami ya..