0

halo sport lovers, bertemu lagi dengan birdie, kali ini birdie akan membahas tips membeli sepeda yang aman dan nyaman sesuai kebutuhan sport lovers , Jangan sekali-kali membeli sepeda hanya karena senang pada bentuknya, tapi prioritaskan pada fungsi sepeda dan kebutuhan kita. Tentukan dulu penggunaannya untuk apa. Jangan sampai salah setting. Misalnya, ingin bike to work dengan jarak rumah ke kantor 40 km tapi yang dibeli sepeda BMX, atau mau ke gunung tapi yang dibeli city bike

<strong>Tentukan anggaran</strong>

Jika ada uang dan dituruti tidak ada batas untuk menghabiskan uang untuk membeli sepeda, kisaran dari beberapa ratus ribu hingga puluhan juta rupiah. Temtukan beberapa uang yang ada keluarkan untuk membeli sepeda, dengan demikian anda bisa membeli sepeda sesuai anggaran anda. Jangan lupa membelikan sepeda ditoko terkenal dengan harga miring. Rekomendasi bisa menjadi patokan sepeda mana yang anda maksud.

<strong>Menentukan harga</strong>
Sepeda gunung bisa dibeli mulai dari harga 700 ribu hingga puluhan juta rupiah. Kualitas bahan, fitur dan desainnya lah yang membedakan. Sepeda gunung seharga 700 ribu framenya masih terbuat dari besi, sedangkan yang puluhan juta berbahan serat karbon, bahan yang sama dengan pesawat terbang. Bagi kebanyakan orang, frame berbahan aluminium sudah mencukupi. Tetapi sekadar saran, jika bujet Anda mencukupi, jangan membeli sepeda gunung dengan harga di bawah 1 juta rupiah. Untuk pemula yang sekadar ingin bicycling for fun, sepeda berharga 1,5 – 3 juta rupiah sudah sangat mumpuni. Kecuali jika Anda sudah mulai serius menekuni hobi ini dan menjadi kecanduan berat, sepeda seharga 10 juta rupiah pun masih dirasa kurang.

Berikut adalah jenis –jenis sepeda berdasarkan fungsinya
Setidaknya ada 5 jenis sepeda gunung berdasarkan fungsinya, yaitu:
<ul>
<li><strong>Cross country (XC)</strong>
Dirancang untuk lintas alam ringan hingga sedang. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh dan menanjak di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan.</li>
<li><strong>All mountain (AM)</strong>
Dirancang untuk lintas alam berat seperti naik turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, dan menjelajah medan offroad jarak jauh. Keunggulan all mountain ada pada ketahanan dan kenyamanannya untuk dikendarai. Hampir semua sepeda AM bertipe full-suspension.</li>
<li><strong>Freeride (FR)</strong>
Dirancang untuk mampu bertahan menghadapi drop off (lompatan) tinggi dan kondisi ekstrim sejenisnya. Bodinya kuat namun tidak secepat dan selincah all mountain karena bobotnya yang lebih berat. Kurang cocok untuk dipakai jarak jauh.</li>
<li><strong>Downhill (DH)</strong>
Dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung. Mampu menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi dan selalu dilengkapi suspensi belakang untuk meredam benturan yang sering terjadi. Sepeda DH tidak mengutamakan kenyaman mengayuh karena hanya dipakai untuk turun gunung. Sepeda downhill juga lebih mengacu pada lomba, sehingga selain kekuatan, yang menjadi titik tekan dalam perancangannya adalah bagaimana agar dapat melaju dengan cepat. Untuk menuju ke lokasi, para downhiller tidak mengayuh sepeda mereka namun diangkut dengan mobil. Tidak efisien dipergunakan di dalam kota maupun di jalur cross country.</li>
<li><strong>Dirtjump (DJ)</strong>
Nama lainnya adalah urban MTB. Penggemar jenis ini awalnya adalah anak muda perkotaan yang menggunakan sepeda gunung selain sebagai alat transportasi, ngebut di jalanan kota, juga digunakan untuk melakukan atraksi lompatan tinggi dan ekstrim. Fungsinya mirip BMX namun dengan bentuk yang diperbesar. sekian artikel artikel dari birdie, semoga bermanfaat, sampai jumpa pada artikel berikutnya yaa..
refrence : (goowes.co – kanisiusbicycleclub.wordpress.com)</li>
</ul>

Leave a Reply

Open chat
Butuh bantuan Birdie Team?
Hello 😃
Ada yang bisa kami bantu?